Jne Manado Dukung Pelaku Ukm Berinovasi Pemasaran Digital Dan Kreativitas

Harus bisa memperjuangkan usaha bisnis dengan cara kerja yang baru atau sistem kerja yang baru, untuk mencegah dari kebangkrutan. Untuk itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk melengkapi kelemahan dan membantu memberikan penawaran yang baru untuk pelanggan. Inilah saatnya untuk mengindentifikasikan dengan siapa bisnis dapat membuat kemitraan untuk menghasilkan pendapatan. Banyaknya saluran konten interaktif selama krisis pandemi memungkinkan masyarakat yang terisolir, terhubung secara virtual dengan berbagai merek di seluruh dunia.

Dari Susi dan Rasyid, peserta diajak memahami bahwasanya UMKM lokal di masa pandemi ini dapat tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dengan adanya bantuan dari komunitas UMKM yang siap untuk mendukung antar UMKM. Bagi Susi, keberadaan komunitas UMKM bukan sekedar wadah untuk berkumpul. Lebih dari itu, komunitas merupakan tempat belajar, memperoleh, dan menyalurkan assist untuk UMKM lainnya. Pada dasarnya, dua kelompok ini dapat dianggap sebagai kelompok yang sudah settle dengan kondisi di masa pandemi ini. Untuk dua kelompok UMKM pertama ini, Rasyid memberikan empat hal yang dapat dilakukan untuk bertahan di masa pandemi, diantaranya pertama segera mencari dan menerapkan mannequin bisnis baru.

Indra mengatakan, rendahnya akses UMKM terhadap layanan perbankan ini merupakan peluang emas untuk mengembangkan bisnis perbankan digital. Kondisi itu yang turut tergambarkan pada kinerja usaha Garuda Indonesia yang saat ini terdampak signifikan pada aspek keberlangsungan usaha. Bila selama ini masyarakat berasumsi kurang baik terkait jumlah modal saat memulai bisnis, diskusi ShopeePay Talk mencoba untuk mematahkan obrolan tersebut. Berikut tiga strategi efektif yang bisa diterapkan para pelaku usaha dengan modal minim hanya ratusan ribu rupiah. Jika sebelum pandemi kegiatan nongkrong di kafe jadi rutinitas, saat ini tentu jadi hal yang sebaliknya.

Selaku pemilik produk keripik bayam khas Sleman yang diberi nama label AADS Foods ini membagikan strategi yang ditempuhnya untuk tetap memasarkan produk keripik bayam yang dimiliki. Susi yang menyatakan dirinya lebih memahami proses produksi ketimbang pada aspek pemasaran produk ini, memanfaatkan keberadaan reseller di daerahnya untuk berjualan produk AADS Foods selama masa pandemi berlangsung. Baginya, strategi ini dapat menjadi solusi yang bisa diterapkan pula bagi pengusaha-pengusaha lokal lainnya. Seperti yang kita tahu, bencana pandemi Covid-19 ini bukan cuma masalah kesehatan international, tapi udah merambah jadi bencana ekonomi dunia. Nggak cuma “nyekek” para pelaku bisnis aja, di masa yang serba nggak menentu ini juga ikut merubah cara orang mengkonsumsi suatu produk.

Strategi bisnis dimasa pandemi

Tujuan memindahkan operasi usaha tentunya dapat menghasilkan efek tertentu bagi jalannya bisnis Anda. Mendekati goal market sehingga biaya operasional dapat lebih murah dan terjangkau bagi goal market serta biaya tenaga kerja yang lebih murah, menjadi alasan mendasar relokasi usaha dilakukan. Startup dengan nilai investasi tinggi dan sumber daya manusia yang kompeten dan gigih dianalogikan dengan unicorn atau kuda putih bercula satu. Hari ini, tak sembarang investor yang mau menggelontorkan uangnya untuk startup. Jadi sebagai startup yang bertahan di masa pandemi ini, Anda mesti berlaku layaknya unta. Nah pastikan bagi pelaku startup, untuk menjawab beberapa poin di atas dengan sejujur-jujurnya.

Langkah terakhir adalah dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Kualitas layanan ini sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan kelancaran usaha Anda kedepannya. Dengan berkomitmen selalu memberikan pelayanan terbaik, konsumen tidak akan ragu lagi untuk merekomendasikan produk Anda kepada orang lain. Jika Anda menjual produk maka masalah distribusi produk ini bisa menjadi hambatan dalam usaha Anda. Terkadang ada beberapa produk yang suplainya terhambat akibat pandemi seperti saat ini terutama jika provider berasal dari luar negeri.

Susunlah komunikasi sedemikian rupa, sehingga pelanggan menangkap pesan bahwa “bisnismu hadir untuk memudahkan mereka”. Minimalkan beban pada biaya gaji karyawan, insentif, listrik, air, promosi yang tidak efektif dan lain sebagainya. Selalu lakukan evaluasi pada biaya-biaya yang tidak efektif untuk meningkatkan penjualan, terutama biaya yang besar nilainya. Dengan kondisi saat ini tidak mungkin untuk mengharapkan jumlah pelanggan yang datang sama dengan kondisi seperti biasanya. Anda dapat menawarkan kelas olahraga on-line agar pelanggan Anda tetap fit selama masa karantina di rumah.

Pelaku usaha harus bisa memikirkan strategi advertising yang baik yang cocok untuk masa pandemi sekarang ini. Keadaan ini menuntut para pelaku ekonomi khususnya pelaku bisnis untuk dapat bertahan di masa pandemi ini agar dapat melanjutkan bisnisnya selama mungkin. Untuk itu diperlukan langkah yang bisa diambil untuk membantu melindungi bisnis Anda untuk tetap berjalan di masa pandemic ini. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah melakukan efisiensi pengeluaran. Catherine Powell selaku Head Global Hosting Airbnb mengakui bahwa perusahaan harus membatalkan rencana dan strategi bisnis selama dua bulan kedepan untuk bisa bertahan.

Lalu, di masa pandemi COVID-19, kendala yang dihadapi para pelaku UMKM di bidang manajemen operasional adalah kekurangan bahan baku, keterlambatan produksi dan distribusi, penutupan tempat komersial, dan ketidakmampuan memastikan pasokan bahan. Di masa pandemi COVID-19, permasalahan pengelolaan SDM peserta UMKM adalah kurangnya information, keterampilan dan pengetahuan untuk menggunakan teknologi yang ada untuk meningkatkan produktivitas usaha. Menurut laporan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan , pandemi COVID-19 berdampak pada aspek penawaran dan permintaan ekonomi. Dari sisi ketersediaan, perusahaan mengurangi ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja yang tidak sehat sehingga menimbulkan masalah pada rantai pasok. Para pelaku bisnis juga dituntut harus cerdik dan melakukan adaptasi apabila usahanya sudah tidak dapat bertahan. Kita perlu mengembangkan bisnis, terutama di bisnis yang bisa dilakukan secara online.

Ada sebagian UMKM yang harus mengurangi kegiatan, tidak sedikit juga yang harus memangkas karyawan hingga berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Pandemi virus Covid-19 tidak hanya mengancam sektor kesehatan, namun juga memberi dampak negatif ke sektor ekonomi. Banyak pelaku bisnis di Indonesia yang mengalami penurunan pendapatan selama Covid-19. Bahkan, beberapa pebisnis terpaksa menutup usaha mereka karena menderita kerugian terus-menerus.

Comments are Disabled